Bayi kecil, Imut, lucu, unik, manis
Kaw kumiliki karena pesanan ku
Engkaw tak menginginkannya
Demikian juga ibumu
Kenyataan yang mengharuskan nya
Perpisahanpun tak terhindarkan
Sedih, itu pasti kaw rasakan
Rengekan mu dalam pelukan ayah ku, itu nyata
Tak perduli, itu dilakukan oleh bangsaku karena ego
Kaw dipeluk, digendong dan disayangi
Dalam pelukan ayah ku, kaw terlelap pilu
Perjalanan mu sangat melelahkan
Tanpa kaw sadar, kaw harus meninggalkan tanah kelahiran mu
Rumah Ayah/ Ibu ku jadi rumah kita
Keluargaku adalah keluarga baru mu
Kaw adalah hadiah bagi ku
Sahabat kecil ku… “siapakah nama mu???”
Kaw lari kepelukan ku sebagai jawabannya
Engkaw ku raih dan membalas pelukan mu
Semua bangsa dirumah ku menyayangi mu
Bagaikan bangsa sendiri
Kali ini, tak ku dapat ide sebuah nama kecuali nama ku (sulas)
Mungkin vs tak mungkin
Lucu… “akan kah Mama/ Papa ku melarang???”
Atau…”abang, kakak, adek ku menganggab ku aneh???”
Menamai mu dengan nama ku!!!
***
Kaw terbiasa duduk di kursi
Kadang dilarang_kadang tidak!!!
Kaw bebas mencari teman
Tak ada yang mengajari mu mencuri…
Tapi mengapa kaw lakukan itu
Emosi tak dapat ku hindari…
Dunia sahabat terasa gelap
Aku begitu kecewa…
Tak cukup omelan dan Balok itu menghantam tubuh mu
Kaw lari dan menangis, menjauh dari ku
***
Waktunya makan…(kaw tak datang)
Satu… dua hari… kaw tak ada
Suara mu tak terdengar
Jejak mu pun tak terlihat…
Nama mu ku panggil disetiap sudut
Semua keluarga mencari mu
Bertanya kesana kemari (apakah ada yang melihat mu)
Kusesali kelakuan ku…
Namun sudah terlanjur…
“akankah kaw memaafkan ku???”
***
Tiga hari sudah berlalu
Kaw tak kunjung pulang
Ku hanya berdoa…
Semoga aku menemukan mu
Hidup ataupun Tidak :’-(
Disebuah jembatan kecil
Jalan yang akan dilalui ayah setiap sore
Kaw membaringkan tubuh mu yang tak berdaya
Ayah mengangkat mu dan membawa mu pulang
Ku buatkan susu mu sebagai tanda maaf ku
Tangan Ibu mengelus punggung mu yang memar
Sungguh kaw tak tertolong lagi
Sungguh aku menyesal
Ku harap kaw mau minum
untuk yang terakhir kalinya
walau hanya setetes
sungguh kami menyayangi mu
Ayah menyerahkan mu kepada mereka
(Kepala desa=PP dan penatua Gereja =MP)
tak sanggup melihat mu
tak kuasa menahan tangis…
tak rela melepas mu
ku berjanji “tidak akan pernah makan daging bangsamu”
***SELAMAT JALAN SULAS KU***
....(MEMORY 10 TAHUN SILAM)....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar