Tetesan keringat bukanlah air hujan
Darah bukan juga tetesan embun
Air mata biarlah tetap menjadi air mata
Biarkan dia jatuh bila itu harus terjatuh
Menangis tidak selamanya penuh airmata
Namun perasaan akan selalu terganggu (sedih/suka)
Luka tidak selamanya berdarah
Namun slalu berbekas
Berlayarlah sejauh mungkin sesuka hati mu
ku tak ingin menghentikan langkah mu
berlabuhlah dimana kau sanggup
ku takkan menghalangi
Namun jangan paksa aku untuk slalu ada disana
Ku yakin, ada waktunya bagimu tuk kembali ke asal
Kau berkata “ kembalilah padaku”
Nada mu memelas, memohon tuk kesekian kalinya
“KEMBALILAH PADAKU”
Pandanglah dia, jadikanlah dia tetap tempat labuhan mu
Jangan abaikan dia yang slalu kau puja
Namun abaikan lah tempat ini meski kau kembali
SELAMANYA
Ku tak ingin kau hadir di hadapan ku
Ku tak ingin mengenang luka itu
Pergilah dan jangan kembali ke gerbang TAMAN ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar