Kamis, Agustus 12, 2010

SELAMAT JALAN SULAS

Bayi kecil, Imut, lucu, unik, manis
Kaw kumiliki karena pesanan ku
Engkaw tak menginginkannya
Demikian juga ibumu
Kenyataan yang mengharuskan nya
Perpisahanpun tak terhindarkan

Sedih, itu pasti kaw rasakan
Rengekan mu dalam pelukan ayah ku, itu nyata
Tak perduli, itu dilakukan oleh bangsaku karena ego
Kaw dipeluk, digendong dan disayangi

Dalam pelukan ayah ku, kaw terlelap pilu
Perjalanan mu sangat melelahkan
Tanpa kaw sadar, kaw harus meninggalkan tanah kelahiran mu
Rumah Ayah/ Ibu ku jadi rumah kita
Keluargaku adalah keluarga baru mu
Kaw adalah hadiah bagi ku

Sahabat kecil ku… “siapakah nama mu???”
Kaw lari kepelukan ku sebagai jawabannya
Engkaw ku raih dan membalas pelukan mu
Semua bangsa dirumah ku menyayangi mu
Bagaikan bangsa sendiri

Kali ini, tak ku dapat ide sebuah nama kecuali nama ku (sulas)
Mungkin vs tak mungkin
Lucu… “akan kah Mama/ Papa ku melarang???”
Atau…”abang, kakak, adek ku menganggab ku aneh???”
Menamai mu dengan nama ku!!!

***
Kaw terbiasa duduk di kursi
Kadang dilarang_kadang tidak!!!
Kaw bebas mencari teman

Tak ada yang mengajari mu mencuri…
Tapi mengapa kaw lakukan itu
Emosi tak dapat ku hindari…

Dunia sahabat terasa gelap
Aku begitu kecewa…
Tak cukup omelan dan Balok itu menghantam tubuh mu
Kaw lari dan menangis, menjauh dari ku
***
Waktunya makan…(kaw tak datang)
Satu… dua hari… kaw tak ada
Suara mu tak terdengar
Jejak mu pun tak terlihat…

Nama mu ku panggil disetiap sudut
Semua keluarga mencari mu
Bertanya kesana kemari (apakah ada yang melihat mu)

Kusesali kelakuan ku…
Namun sudah terlanjur…
“akankah kaw memaafkan ku???”
***
Tiga hari sudah berlalu
Kaw tak kunjung pulang
Ku hanya berdoa…
Semoga aku menemukan mu
Hidup ataupun Tidak :’-(

Disebuah jembatan kecil
Jalan yang akan dilalui ayah setiap sore
Kaw membaringkan tubuh mu yang tak berdaya
Ayah mengangkat mu dan membawa mu pulang

Ku buatkan susu mu sebagai tanda maaf ku
Tangan Ibu mengelus punggung mu yang memar
Sungguh kaw tak tertolong lagi
Sungguh aku menyesal

Ku harap kaw mau minum
untuk yang terakhir kalinya
walau hanya setetes
sungguh kami menyayangi mu

Ayah menyerahkan mu kepada mereka
(Kepala desa=PP dan penatua Gereja =MP)

tak sanggup melihat mu
tak kuasa menahan tangis…
tak rela melepas mu

ku berjanji “tidak akan pernah makan daging bangsamu”

***SELAMAT JALAN SULAS KU***
....(MEMORY 10 TAHUN SILAM)....

Selasa, Agustus 10, 2010

Dulu VS sekarang

DULU:

Kaw bagaikan bintang di malam hari ku

Bercahaya saat hari-hari terasa remang

Tersenyum saat tak ada senyuman

Sapaan adalah nada di telinga

Kaw memberi harapan saat tak ada celah

Semangat mu  ada saat ku merasa tak berdaya

 

Ku ingin slalu melihat bintang itu

Bintang yang mengajariku tersenyum

Bintang yang memberiku petunjuk jalan

Bintang yang slalu menemani ku

 

SEKARANG:

Tak ingin ku menyamakan mu dengan apa pun

Tak berniat membanggakan mu

Tak ingin mengharap bintang itu ada

Tak ingin ku melihat bintang itu

Aku Takkan Kembali

Tetesan keringat bukanlah air hujan

Darah bukan juga tetesan embun

Air mata biarlah tetap menjadi air mata

Biarkan dia jatuh bila itu harus terjatuh

 

Menangis tidak selamanya penuh airmata

Namun perasaan akan selalu terganggu (sedih/suka)

Luka tidak selamanya berdarah

Namun slalu berbekas

 

Berlayarlah sejauh mungkin sesuka hati mu

ku tak ingin menghentikan langkah mu

berlabuhlah  dimana kau sanggup

ku takkan menghalangi

Namun jangan paksa aku untuk slalu ada disana

Ku yakin, ada waktunya bagimu tuk kembali ke asal

 

Kau berkata “ kembalilah padaku”

Nada mu memelas, memohon tuk kesekian kalinya

“KEMBALILAH PADAKU”

 

Pandanglah dia, jadikanlah dia tetap tempat labuhan mu

Jangan abaikan dia yang slalu kau puja

Namun abaikan lah tempat ini meski kau kembali

SELAMANYA

 

Ku tak ingin kau hadir di hadapan ku

Ku tak ingin mengenang luka itu

Pergilah dan jangan kembali ke gerbang TAMAN ku

Kamis, Agustus 05, 2010

kangen

kangen...

kangen...

kangen...

adalah sinonim Rindu...


uhhhhh...

mengapa...?

OMG